Penutup bulan pertama

Pesan yang tidak dapat Junamu katakan secara langsung.

Dévandra, bulanku.

Setelah satu bulan melewati hari bersama, aku masih perlu belajar banyak tentang kamu. Aku beneran sempat sedikit terbawa suasana saat pertama kali nyatain perasaan sama kamu, haha. Sejujurnya aku juga takut di saat aku mulai sibuk kembali, begitu pula kamu. Kamu akan mengira aku bosan sama kamu atau muak sama tingkahmu. Sama sekali gak sayang, aku senang kamu percayakan sisi rapuhmu kepadaku, waktu yang kita jalani kedepannya mungkin tidak seindah dan seintim bulan pertama kita.. tetapi aku tetap berharap kamu tetap kuat bertahan bersamaku.

Aku juga mau kamu jangan terlalu percaya sama aku, sayang. Sekarang aku memang benar-benar menyayangimu tapi jika aku di masa depan sempat mengambil langkah yang membuat hatimu tergores tolong maki aku, bulanku. Marah dan tumpahkan semua emosimu, walau gak ada gambaranku buat menyakitimu aku tetap takut sama diriku sendiri. Dan aku juga selalu berusaha gak jadi Junamu yang brengsek, aku gak mau bikin kamu malu karena pernah dimilikin aku.

Untuk penutup surat ini, aku Arjuna Nalendra yang sangat senang saat kekasihku menggunakan nama belakangku ingin mengatakan bahwa aku sungguh sungguh menyayangimu hingga tidak ada kata atau kalimat bisa menggambarkan bagaimana merasa beruntungnya aku dimiliki olehmu, Dévandra Nalendra.

I love you endlessly, my pretty moonbeam.